rade

Ada berbagai cara untuk mengetahui tingkat kesulitan sungai. Tingkat kesulitan ini tidak pasti. Karena sungai tidak persis sama dalam satu kategori, dan hal lain seperti inprestasi regional dan individual dapat mengakibatkan kesalah pahaman dalam mengklasifikasikan tingkat kesulitan sungai. Skala ini tidak dimaksudkan sebagai buku petunjuk atau keterangan gambaran umum dalam suatu pengarungan.

   Tingkat kesulitan suatu sungai dapat berubah sepanjang waktu tergantung dari perubahan fluktuasi air, penebangan pohon, gangguan geologis ataupun perubahan cuaca dan udara. Dengan meningkatnya tingkat kesulitan, resiko untuk berenang akan semakin meningkat. Dengan semakin panjang jeram, tantangan yang dihadapi akan semakin berat. Akan ada perbedaan antara mengarungi jeram kelas IV secara keseluruhan dengan hanya mengarungi bagian tertentu di sungai tersebut. Persiapan lebih harus dimatangkan, bila akses antara sungai dan keramaian sulit dan bila suhu airnya dingin.

     Menurut AWA ( American Whitewater Affiliation ), tingkat kesulitan sungai terbagi dari kelas I sampai VI, dari yang ‘mudah’ sampai ‘sangat berbahaya’.

Kelas I :

    Air mengalir, berombak kecil tidak ada rintangan, ada beberapa rintangan dan semuanya terlihat jelas, dapat dengan mudah dihindari dengan sedikit latihan. Resikonya kecil bagi perenang, dan self rescue dapat mudah dilakukan. (Easy)

Grade 1

Kelas II :

      Jeram kecil, mudah dilalui, karena jalurnya sangat jelas. Dapat dilihat dengan jelas tanpa harus scouting. Beberapa manuver mungkin diperlukan, tapi tebing dan ombak ukuran sedang dapat dengan mudah didindari oleh para pedayung yang telah sedikit terlatih. Para perenang beresiko kecil untu terluka serta pengawasan terhadap sesama anggota kelompok atau anggota kelompok yang lain tidak terlalu diperlukan. (Novice)

Grade 2

Kelas III :

     Jeram dengan ombak yang sedang, tidak teratur dan agak sulit untuk dihindari. Tinggi air dapat memenuhi kano jika menggunakan kano terbuka. Manuver yang agak sulit pada arus cepat dan pengendalian perahu yang baik pada lintasan agak sempit. Ombak besar ataupun strainers kadang ada tapi dapat dengan mudah dihndari. Eddies yang kuat dan efek arus yang kuat dapat ditemukan terutama pada sungai yang volumenya besar. Scouting dianjurkan untuk anda yang belum berpengalaman. Kemungkinan cedera ketika berenang kecil. Self rescue mudah dilakukan, tapi pengawasan terhadap anggota lainnya diperlukan untuk menghindari berenang dengan jarak terlalu panjang. (Intermediate)

Grade 3

Kelas IV :

      Jeram- jeram yang besar dan kuat arusnya, tapi masih dapat diprediksi. Membutuhkan penangan yang tepat untuk mengendalikan perahu pada gerakan air yang berputar cepat. Tergantung karakter sungainya, bentuk ombak yang besar dan tak terelakkan serta holes atau lintasan dengan arus yang dapat menarik dengan kuat, membutuhkan manuver cepat. Putaran eddies cukup kuat, dapat diandalkan untuk membantu manuver, untuk scouting jarak, atau untuk istirahat. Kadang meskipun jeram terlihat agak berbahaya, harus tetap dilewati. Scouting diperlukan ketika anda pertama kalinya menuruni sungai itu. Resiko cedera bagi yang terpaksa berenang antara sedang dan tinggi. Kondisi air akan mengakibatkan self rescue sulit untuk dilaksanakan. Pengawasan grup untuk rescue seringkali dibutuhkan tapi juga dibutuhkan keterampilan khusus. (Advanced).

Grade 4 (2)

Kelas V :

      Jeram – jeramnya panjang, berkekuatan besar untuk menghadang dan sangat berbahaya, hal –hal tersebut akan membawa pedayung pada keadaan di atas rata – rata bahaya. Turunan dapat berbentuk ombak besar dan tak terelakkan, dan hole atau turunan yang sangat curam, jalur-jalurnya banyak dengan arus yang membuat perahu meluncur dengan cepat. Jeram akan berjarak sangat panjang antara tempat tenang satu dengan lainnya, karena itu keadaan fisik yang prima diharuskan. Keberadaan eddies mungkin seperti yang digambarkan berikut, berukuran kecil, turbulen, dan sulit dijangkau. Scouting menjadi satu keharusan tapi seringkali sulit untuk dilakukan. Berenang menjadi sangat berbahaya, dan rescue menjadi sangat sulit meskipun untuk yang ahli sekalipun. Metode eskimo roll, peralatan yang dapat diandalkan, pengalamanyang banyak dan kemampuan rescue yang terlatih sangat dibutuhkan untuk survival. (Expert)

Grade 5

Kelas VI :

       Pengarungannya menggambarkan kesulitan, hal – hal tak terduga, dan bahaya yang ada pada titik ekstrim. Apabila terjadi kesalahan, maka konsekuensi yang harus ditanggung sangat berat dan rescue adalah hal yang tidak mungkin dilakukan. Hanya diperuntukan bagi expert saja, itupun pada tingkat air tertentu setelah mengadakan penelitian dan pengamatan secara cermat dan mempersiapkan segala hal yang mungkin dihadapi. Kelas ini tidak dianjurkan untuk diarungi, tapi mungkin saja didalamnya terdapat beberapa jeram – jeram yang terkecualian yang boleh dilalui.

Grade 6.1

Source : safety code of the American Whitewater Affiliation (AWA)

                Buku Panduan Arung Jeram FAJI (Federasi Arung Jeram Indonesia)