Pengarungan.

Pengarungan adalah kegitan mengarungi sungai yang dilakuan secara berkelompok atau tim, hal – hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengarungan, yaitu :

Naluri

Pada keadaan darurat setiap orang mempunyai reaksi yang berbeda. Jika dikelompokan ada dua kelompok sebagai berikut:

Kelompok pertama adalah orang – orang yang terlatih dan berpengalaman, mereka sudah tahu apa yang harus diperbuat, dan bisa menebak kira kira apa yang akan terjadi, selanjutnya mereka akan bergerak cepat dan tepat.

Kelompok kedua adalah orang yang masih awam, mereka hanya bisa berdiri dengan mulut terbuka, mata melotot, berteriak memberi intruksi tidak jelas, dan yang lebih parah lagi mereka akan bereaksi terlalu cepat, tidak didukung oleh emampuan yang cukup, sehingga menambah buruk keadaan.

Untuk kelompok kedua ini dapat dimengerti, kita tidak dilahirkan langsung menjadi ahli disungai.

Keahlian itu muncul dari latihan dan pengalaman yang harus terus menerus dikembangkan. Mengerti tentang perlengkapan, mempelajari bahaya – bahaya, kerjasama tim, jam terbang dan lain-lain. Sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh persiapan yang kurang matang, perlengkapan yang tidak memadai, tidak mengerti akan arung jeram.

Pengarahan sebelum pengarungan

Salah satu hal yang paling penting adalah semua anggota tim sudah mengerti apa yang mereka harus lakukan. Pada saat darurat mereka harus siap. Pengarahan ini biasanya dilakukan oleh pimpinan pengarungan yang sudah disepakati bersama. Pengarahan ini sifatnya hanya mengingatkan bagi yang sudah sering dan sangat berguna bagi anggota tim yang baru pertama mengikuti arung jeram.

Yang diingatkan adalah :

  • Sepakat untuk tidak mengambil resiko yang tidak perlu
  • Semua barang – barang harus terikat, tali – tali dalam keadaan rapih
  • Sepakat untuk tidak melepaskan pelampung dan helm pada waktu pengarungan dan sekitar sungai
  • pembagian penanggung jawab P3K, alat rescue, makanan, tim darat, perahu pertama, perahu terakhir, alat reparasi, pompa, juru foto/video, radio komunikasi, kapten ditiap perahu dan lain-lain
  • menghindari tempat berbahaya misalnya, air terjun, dam, jeram besar dan lain-lain.

Persiapan Pengarungan

Sebelum melakukan pengarungan dapatkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai sungai yang akan diarungi. Dimana tempat awal pengarungan? Akhir pengarungan? Apakah ada pilihan lain jika waktu tidak memungkinkan? Berapa jarak tempuh dan waktu tempuh? Perhitungkan juga cadangan waktu jika ada kejadian yang tidak diinginkan. Berapa tingkat kesulitan sungai yang akan diarungi pada musim ini? Sampai tingkat kesulitan berapa jika air sungai naik sedangkan kita masih dalam perjalanan? Dibagian mana jeram – jeram besar dan tempat berbahaya? Jika terjadi kecelakaan adakah jalur evakuasi? Dimana telepon terdekat? Dimana rumah sakit dan kantor polisi terdekat? Nomor teleponnya berapa? Apakah ada peta topografi untuk daerah yang kita datangi?

Dalam menentukan tim kita harus bersikap tegas. Jika ada teman yang kita anggap tidak mampu, lebih baik ditolak sewaktu masih di kota ketimbang sudah tiba disungai. Jika ada peserta yang tidak kita kenal sebaiknya didekati dan ditanya mengenai : sudah tahu resiko kegiatan ini? Jika keadaan darurat sudah tahu apa yang harus dilakukan? Bisakah menyelamatkan diri sendiri?

Perhitungkan waktu sebaik – baiknya. Jangan sampai kita tiba ditempat start terlambat sehingga pengarungan jadi terlambat. Mengarungi sungai di kegelapan sangat berbahaya, sedangkan tidur dipinggiran sungai tanpa persiapan sangat tidak nyaman.

Jika kita tiba ditempat start, air sungai dalam keadaan banjir, sedangkan kondisi perlengkapaan dan personil tidak siap untuk menghadapi tingkat kesulitan sungai yang ternyata meningkat. Kita harus segera memutuskan untuk mencari alternatif lain. Bagian sungai mana yang masih layak untuk diarungi? Kalau terpaksa harus mengarungi sungai yang tingkat kesulitannya bertambah kita harus menyeleksi ulang anggota yang akan turun. Atau pengarungan yang kita rencanakan berbulan – bulan batal. Masalah ini tidak mudah dilakukan.

Di Sungai

Ketika tiba disungai, diskusikan rencana perjalan dengan kelompok, agar semua paham mengerti apa yang harus dilakukan, jelaskan jarak dan waktu tempuh, rintangan yang akan dihadapi, dll.

Pilih pemimpin pengarungan, kecenderungan para pengarung jeram biasanya susah diatur, tapi pada saat menagani keadaan darurat kita membutuhkan satu orang yang mengatur daripada semua yang merasa pengalaman ikut mengatur, keadaan pasti jadi kacau, setelah itu saling lempar tanggung jawab.

Tentukan perahu pertama dan perahu terakhir, perahu ini terisi orang yang lebih berpengalaman. Perahu terakhir yang membawa obat-obatan, pompa dan alat reparasi. Sepanjang pengarungan perahu – perahu ini harus sama satu dengan yang lainnya. Tidak boleh ada yang lebih cepat dan menunggu didepan. Lebih baik bergerak lamban tapi aman. Tapi jangan sampai kemalaman ditengah perjalanan. Inilah yang disebut sebagai River Running System. Kelompok besar yang melebihi sepuluh perahu harus menambah kotak obat.

Scouting

Scouting adalah pengamatan sebelum kita memasuki tempat yang kita belum kita ketahui. Scouting mutlak dilakukan pada: sungai yang baru kita masuki, jeram kelas IV keatas, sungai yang sudah lama kita tidak datangi, sungai didepan mendadak terlihat seperti garis horison, sungai menikung dan terdengar suara gemuruh, sungai di depan menurun seperti tangga, sungai menurun tidak terlihat, yang terlihat hanya pucuk-pucuk pohon.

Ada baiknya pengamatan dilakukan secara berkelompok, ajak yang lain untuk mengemukakan pendapat. Jika ada perbedaan pendapat harus dikemukakan sekarang, dari pada ditengah jeram ada yang mengambil inisiatif lain dengan kapten.

Kadang – kadang kita bisa melakukan scouting dari perahu, dari eddies ke eddies, tapi sebaiknya dan kalau bisa scouting dilakukan dari darat, sedekatnya dengan jeram yang akan dilalui. Jika hanya scouting dari ketinggian akan sulit untuk memperkirakan besar kecilnya obyek tersebut. Untuk menentukan lintasan memang lebih mudah dari ketinggian. Kita harus berandai – andai jika melakukan pengamatan, andaikan segala sesuatu tidak sesuai dengan rencana semula apa yang harus dilakukan?, andaikan perahu terbalik dan harus berenang dimanakah eddies terdekat? Andaikan eddies tersebut gagal kita masuki dimana eddies berikutnya? Seberapa jauh jeram berikutnya? Jika semua pernyataan ini kita tidak bisa jawab sebaiknya PORTAGING mutlak dilakukan. Portaging adalah mengangkat perahu untuk menghindari jeram yang tidak mungkin kita lalui.

Pimpinan Perjalanan

Dalam suatu pengarungan harus ada pimpinan perjalanan. Pimpinan ini harus orang yang cukup berpengalaman dalam masalah arung jeram. Dia harus bisa mengambil keputusan yang tepat dalam masalah – masalah tertentu, misalnya : harus bisa membatalkan perjalanan jika keadaan sudah tidak memungkinkan, senantiasa memperhatikan kondisi kesehatan anggota tim, jika salah satu anggota dalam kondisi kurang baik dia harus bersedia membujuk dan menemani anggota tersebut berjalan kaki di darat saat melewati jeram besar. Pimpinan perjalanan tidak harus pengarung jeram handal, tetapi harus bisa bijaksana dalam mengambil keputusan.

 

Menyatakan Tidak

Dari segala macam rintangan sulit dan berbahaya yang ada di sungai, yang paling berat adalah menghadapi ego kita sendiri. Sering kita tidak jujur terhadap diri sendiri. Hati kecil kita sadar bahwa kita tidak mampu, takut dll. Jika perasaan itu sudah muncul, berarti naluri sudah berbicara. Jika tidak diikuti berarti kita siap menghadapi resiko yang akan muncul. Jika ragu – ragu untuk mengambil keputusan lebih baik nyatakan tidak.

Safety first

Arung jeram adalah kegiatan yang aman, pengarung jeram yang bijak berpendapat bahwa bagian yang paling berbahaya pada kegiatan ini adalah naik mobil di jalanan menuju ketempat start dan dari tempat finish menuju rumah, berkendara dalam keadaan sangat lelah.

Source : Safety Code of the American Whitewater Affiliation (AWA)

Sekolah Arung Jeram, Sungai Citarik, 21-25 April 1997 Federasi Arung Jeram  Indonesia (FAJI)

http://www.faji.org/